23 April 2010

BERITA KORAN TEMPO BERMAKNA AMBIGU

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya hanya mengerjakan urusan dapur dan kasur, saya hampir tidak punya waktu untuk membaca berita di beberapa majalah atau surat kabar yang dibawa suami dari kantornya. Bahkan kadang untuk membereskan tumpukan surat kabar yang sudah menggunung di ujung kamar aja saya kadang gak sempat hehehee..

Tapi kali ini tergelitik hati saya untuk coba mengomentari sebuah Judul berita dari salah satu surat kabar di Jakarta yaitu Koran Tempo yang terbit tanggal 21 April 2010. Surat kabar ini menerbitkan berita tentang di tetapkannya status sebagai tersangka, Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus penyelewengan anggaran pendapatan dan belanja daerah Langkat, Sumatera Utara pada tahun 2000 - 2007.    


koran tempo, gubernur sumut, syamsul arifin



Sebenarnya sih saya tidak ingin mengomentari tentang substansi dari berita tersebut, karena kalo saya liat dari nilai berita, semua kriteria sudah terpenuhi. tapi yang agak ganjal adalah Penulisan judul yang agaknya tendensius ingin menyerang salah satu organisasi/partai dimana tersangka Syamsul Arifin sebagai salah satu kadernya. Sesuai dengan gambar di atas, judulnya adalah :

"GUBERNUR GOLKAR TERSANGKA KORUPSI RP 51 MILIAR"

Menurut saya pribadi, sebagai salah satu khalayak yang menerima informasi atau berita yang di sajikan. Berita tersebut dirasa memaksakan khalayak untuk menerima sebuah informasi yang dalam penyajiannya seharusnya berimbang dan tidak menyesatkan. Ya gimana enggak sesat, bukannya Syamsul Arifin itu adalah gubernur dari daerah Langkat, bukan gubernur dari provinsi yang bernama golkar. Jadi pesan yang mau di sampaikan harian Koran Tempo ini saya rasa enggak jelas. Apakah gubernur Syamsul yang sudah menyelewengkan dana APBD sebagai subjek berita atau ini adalah upaya harian Koran Tempo untuk menggiring opini pembaca berita bahwa Partai Golkar itu kadernya suka melakukan penyelewengan dana? Jadi saya rasa berita ini bermakna ambigu. 


Hmmm.. ini sih hanya pendapat saya pribadi sebagai ibu rumah tangga yang sedang belajar tentang bagaimana seharusnya saya menilai sebuah informasi yang di sajikan, tidak maksud untuk menjelekkan harian Koran Tempo sebagai salah satu media penyaji berita. jadi mungkin ada pertimbangan lain yang telah di ambil harian Koran Tempo hingga membuat harian Koran Tempo jadi membuat judul demikian. Emboh laah.. mungkin ilmu saya aja yang belom nyampe kesitu xixixixixixixixixi



Piiisss aakh.. 



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

I am a full time mom, a network leader, and movie addict.
Sambil mengurus anak, bunda bisa berpenghasilan dari rumah.
Manfaatkan fasilitas internet untuk menjalankan bisnis Oriflame secara online

Jangan lupa beri komentar di bawah ini yaaa..

Komentar yang mengganggu, berbau SARA, porno, mengandung iklan dan mencantumkan link aktif akan segera kami hapus.
Terimakasih atas perhatiannya.

.:[Close][Klik 2x]:.

Terima Kasih Sudah Berkunjung,
mohon di LIKE page saya :)